Tahukah Kamu Mengapa Mereka Disebut Anak Jalanan ? Yuk Cari Tau Disini !!




Siapa sih yang tak tau film sinetron berjudul anak jalanan? Sinetron yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi swasta tersebut sukses menyedot banyak penggemar dari berbagai kalangan masyarakat. Tahukah kamu mengapa judulnya disebut anak jalanan? Padahal mereka itu anak orang kaya yang masing-masing punya motor sport mahal. Bukankah anak jalanan itu adalah anak-anak miskin yang hidup dijalanan?
Nah biar anda tidak bingung dan tidak salah pengertian, mari kita cari tau disini. Berikut ini adalah pengertian julukan anak jalanan menurut berbagai pakar.
Menurut Dwi Astutik, selaku pembina lembaga Kharisma Surabaya, bahwa anak jalanan adalah anak usia (6–18 tahun) yang menghabiskan sebagian besar waktunya di jalanan karena sebab apapun, mereka yang sehari-harinya hidup di jalanan baik pengamen, pemulung, maupun penyemir sepatu. Sedangkan apabila kita amati lebih lanjut akan tampak adanya dua pola hubungan yang terjalin antara anak jalanan dengan orangtuanya yakni:
  1. Anak yang masih pulang ke rumah dan berhubungan secara aktif dengan orangtua.
  2. Anak yang sama sekali atau hampir tidak pernah berhubungan dengan orangtuanya.
  3. Anak yang menghabiskan seluruh waktunya dijalanan bersama keluarganya yang hidup  atau tinggalnya juga di jalanan.
Penggunaan istilah anak jalanan berimplikasi pada dua pengertian yang harus dipahami. 
Pertama, pengertian sosiologis, yaitu menunjuk pada aktifitas sekelompok anak yang keluyuran di jalan-jalan. Masyarakat mengatakan sebagai kenakalan anak, dan perilaku mereka dianggap mengganggu ketertiban sosial. 
Anak jalanan dalam pengertian sosiologi, tidak harus merupakan produk dari kondisi kemiskinan tetapi merupakan akibat dari kondisi keluarga yang tidak cocok bagi perkembangan si anak, misalnya produk keluarga broken home, orangtua yang terlalu sibuk sehingga kurang memperhatikan kebutuhan si anak, tidak ada kasih sayang yang dirasakan anak. Ketidak kondusifan tersebut memicu anak untuk mencari kehidupan di luar rumah, apa yang tidak ia temukan dalam lingkungan keluarga. Mereka hidup di jalan-jalan dengan melakukan aktifitas yang dipandang negatif oleh norma masyarakat.
Rata-rata mereka membentuk komunitas dan kelompok sosial tersendiri di luar kelompok masyarakat. Komunitas dan kelompok sosial tersendiri itu biasanya berbentuk Geng. Geng tersebut berfungsi sebagai keluarga bayangan bagi anak-anak yang bermasalah. Mereka merasa mendapatkan apa yang tidak didapat dalam keluarga. Kelompok sosial tersebut juga melahirkan sebuah strata sendiri. Anak jalanan dari golongan elite dan menengah biasanya melakukan aktifitas kebut-kebutan dengan mobil dan corat-coret di dinding. Dan anak jalanan golongan lapisan bawah biasanya sering melakukan aktifitas nongkrong di jalan-jalan dan tidak jarang mengganggu orang yang sedang lewat.
Kedua, pengertian ekonomi, yaitu menunjuk pada aktifitas sekelompok anak yang terpaksa mencari nafkah di jalanan karena kondisi ekonomi orangtua yang miskin (Nugroho, 2000:78).

Demikian sedikit penjabaran istilah anak jalanan merujuk pada dua mainstream, sosiologi dan ekonomi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan anda. Mohon untuk dibagikan juga ke teman yang lain. Terima Kasih.